Gue sering mampir ke rumah tetangga yang sudah pensiunan. Pemandangan yang hampir selalu sama: satu strip colokan di dekat TV, penuh sesak. Ada charger HP, kipas angin kecil, setrika, sampai rice cooker numpang di situ. Kelihatannya praktis, tapi justru di sinilah masalahnya sering mulai.
Bukan mau nakut-nakutin, ya. Tapi dari pengalaman ngobrol sama beberapa pensiunan di komplek, kesalahan seputar perangkat sehari-hari itu polanya mirip. Dan yang bikin repot, kebanyakan dari kita baru sadar setelah ada yang rusak atau korslet.
Baca juga: Hal Sepele Teknologi Rumahan yang Sering Dilupakan Pemula
Semua Ditumpuk di Satu Colokan, Padahal Dayanya Terbatas
Ini kesalahan paling sering gue temui. Satu strip colokan dipakai buat hampir semua barang elektronik di ruang tamu. Alasannya klasik: colokan di dinding cuma dua, males pasang tambahan, jadi ya sudah semua numpuk di situ.
Masalahnya, strip colokan murah biasanya cuma kuat menahan arus terbatas. Kalau dipakai buat setrika (yang dayanya gede) bareng rice cooker dan kipas, kabel bisa panas. Lama-lama plastiknya meleleh, dan itu bukan lagi soal "nanti aja dicek".
Cara menghindarinya gampang kok. Pertama, lihat dulu daya perangkat yang mau ditumpuk. Setrika dan alat pemanas lain dayanya besar, jangan digabung sama banyak barang sekaligus. Kedua, kalau memang butuh banyak colokan, beli strip yang ada label daya maksimalnya jelas, jangan yang murah tanpa keterangan apa pun.
Yang murah belum tentu hemat. Kadang justru bikin boncos karena harus beli perangkat baru setelah korslet.
Charger Dibiarkan Nyolok Terus Meski HP Sudah Penuh
Kebiasaan satu ini kayaknya hampir semua orang pernah lakuin, termasuk gue dulu. Charger dibiarkan nyolok di dinding seharian, meski HP sudah penuh atau bahkan sudah dicabut. Katanya biar praktis kalau mau ngecas lagi.
Sebenarnya bukan bencana besar, tapi lama-lama charger jadi cepat panas dan umurnya memendek. Lebih baik dicabut kalau sudah selesai. Simpel, tapi sering dilupakan karena terasa ribet.
Untuk pensiunan yang mungkin sering lupa, gue punya trik kecil: taruh charger di tempat yang kelihatan, misalnya dekat pintu atau di meja yang sering dilewati. Jadi tiap kali lewat, ingat buat cabut. Kedengarannya sepele, tapi lumayan membantu.
Kabel-Kabel Lama Dibiarkan Menjuntai di Lantai
Ini yang bikin gue agak was-was tiap main ke rumah orang. Kabel charger, kabel TV, kabel kipas, semuanya menjuntai di lantai dekat kursi atau kasur. Buat yang masih muda mungkin aman-aman saja, tapi buat pensiunan, risiko tersandung itu nyata.
Solusinya nggak harus mahal. Cukup pakai klip kabel atau lakban warna terang buat nempel kabel di pinggir dinding. Atau kalau memang banyak kabel, beli pengikat kabel sederhana di toko bangunan. Harganya murah, efeknya besar buat kenyamanan sehari-hari.
Perangkat Lama yang Masih Dipakai Padahal Sudah Lemah
Ini juga sering kejadian. Kipas angin yang bunyinya sudah kasar, rice cooker yang tombolnya sudah keras, atau setrika yang kabelnya mulai terkelupas. Sering dibiarkan karena "masih jalan kok".
Padahal perangkat yang sudah lemah justru lebih boros listrik dan lebih berisiko. Kalau kabelnya sudah terkelupas, jangan ditambal pakai lakban dan dipakai lagi. Lebih baik diganti. Ini bukan soal boros, tapi soal aman.
Remote dan Tombol Sering Kotor, Bikin Perangkat Cepat Rusak
Ini yang jarang disadari. Remote TV, tombol kipas, sampai tombol rice cooker sering kotor karena jarang dibersihkan. Debu dan sisa minyak lama-lama masuk ke sela tombol, bikin tombolnya keras atau malah nggak berfungsi.
Cara menghindarinya cukup sederhana. Seminggu sekali, lap remote dan tombol perangkat pakai kain lembap. Jangan pakai air banyak-banyak, cukup lembap saja. Untuk sela-sela tombol, bisa pakai kuas kecil atau cotton bud.
Gue sendiri dulu malas banget urusan begini. Tapi setelah remote TV di rumah rusak gara-gara tombolnya macet, gue jadi rajin. Ternyata lebih murah dan gampang merawat daripada harus beli remote baru.
Stop Colok-Semua, Mulai dari Kebiasaan Kecil
Sebenarnya semua kesalahan di atas berakar dari satu hal: kita cenderung praktis dan males ribet. Padahal perangkat sehari-hari itu kalau dirawat sedikit saja, umurnya bisa jauh lebih panjang dan lebih aman dipakai.
Buat pensiunan yang mungkin lebih banyak di rumah, ini justru kesempatan bagus buat lebih teliti. Mulai dari yang paling gampang: cek colokan, cabut charger yang nggak dipakai, rapikan kabel, dan bersihkan tombol-tombol perangkat secara rutin.
Nggak perlu langsung sempurna. Satu langkah kecil tiap minggu, lama-lama jadi kebiasaan. Dan percaya deh, begitu perangkat di rumah lebih tertata, rasa tenangnya juga ikut nambah.